Ulasan Series Lanterns: Mainkan Cerita Detektif dan Alasan Menjadi Seseorang Superhero

Salah satu TV Series bertema superhero akhirnya memasuki episode finale di tanggal 4 Oktober 2026 waktu Indonesia. Saya pun menamatkan series ini kurang lebih hampir sebulan.

Sebelum memasuki review TV series Lanterns, saya perlu tegaskan juga saya bukanlah pembaca komiknya. Jadi, tanpa melihat dari sudut pandang komiknya, apa yang saya sampaikan murni dari seriesnya saja.

Setelah menyelesaikan semua episodenya, TV Series Lanterns buat saya cocok bagi yang suka dengan cerita-cerita asal-muasal superhero. Bagaimana penyelidikan yang dilakukan oleh detektif atau misteri-misteri yang selama ini tidak terungkap.

Tulisan ini saya buat bagi pecinta series, hiburan dengan genre superheroes dan tentu saja yang masih penasaran bagaimana Lanterns ini dalam universe DC Comics.

Premis Serial TV Lanterns

Masa kecil hingga dewasa John Stewart (Aaron Pierre)sudah dilewatkan dan diajarkan untuk mengatasi rasa takutnya, karena ia disebutkan akan mewarisi kekuatan Hal Jordan (Kyle Chandler) sebagai Lanterns yang akan menjaga bumi dan ternyata hal tersebut tidak mudah dilakukan karena John harus melewati beberapa hal terberat dalam hidupnya dan ini bukanlah bagaimana caranya memiliki kekuatan super.

Review TV Series Lanterns

Satu gambaran besar dari series Lanterns adalah bagaimana DC Studio di bawah kepemimpinan James Gunn ingin menampilan selama ini yang belum terlihat bagi penggemar karakter DC Comics atau Superhero di sebuah layar.

Beberapa sutradara yang menggarap episode 1 hingga episode 8 dari Lanterns berbeda-beda, tapi tidak membuat alur cerita ini kehilangan arah. Poin utama dari series ini sendiri bukanlah tentang bagaimana unjuk kekuatan dari para Lanterns.

Namun, diisi oleh sebuah dasar sebab-akibat yang kuat dan semuanya didasari oleh sebuah misteri yang tidak terungkap. Sehingga munculan reaksi yang menyerupai perilaku penyelidikan seperti detektif.

Dari episode 1 semua ini dirancang sedemikian mulus hingga episode 8. Inti permasalahannya terjawab dengan tuntas. Semua alur cerita dijelaskan dengan latar belakang yang kuat.

Pada akhirnya, penonton terbilang jarang melihat bagaimana John Stewart (Aaron Pierre), Hal Jordan (Kyle Chandler) atau bahkan Guy (Lanterns di film Superman) yang mempertontonkan kekuatan super mereka.

Penonton akan disuguhi bagaimana John Stewart (Aaron Pierre) dan Hal Jordan (Kyle Chandler) menyelidik kasus. Atau lebih tepatnya dalam konteks series ini adalah Man Hunter yang bisa mengubah wujud mereka menjadi manusia.

Bagi saya dengan penempatan cerita yang tidak melompat-lompat dan ditata rapi menjadikan series Lanterns sebagai sebuah cerita yang benar-benar segar untuk diikuti jika berbicara genre superhero.

Meskipun begitu, karena fokus pada bagaimana penyelidikan, cerita akan terasa berjalan lambat atau berputar-putar di konflik yang sama tanpa penyelesaian yang dirasa jelas. Bagi yang tidak terbiasa, tentunya bisa saja mengatakan series ini pacenya lambat.

Tapi, bagi saya dengan pace yang lambat dan alur cerita maju-mundur justru menjelaskan sebab-akibat tadi. Sederhananya di episode terakhir saja, John Stewart tahu apa penyebab kenapa dia yang dipilih untuk menjalani program sebagai Lanterns.

Dan, John Stewart juga tahu apa konsekuensi yang harus diembannya di kemudian hari ketika ia mengambil cicin milik Hal Jordan.

Kualitas Akting Aaron Pierre dan Kyle Chandler yang Baik

Sejak series ini pertama kali dikenalkan akan tayang di HBO Max, semua penggemar DC dari sudut pandang yang saya lihat sangat gembira. Satunya aktor muda yang sedang naik, dan satunya lagi adalah aktor senior yang sudah berpengalaman.

Hal ini terlihat dalam relasi mereka di setiap episode. Aaron Pierre yang memerankan John dan Kyle Chandler yang memerankan Hall mampu mendalami siapa karakter mereka masing-masing.

Bahkan, hal ini dimulai dari kontradiktifnya karakter masing-masing. John yang lebih sistematis dan Hal yang suka sembarangan tapi benar menjadikan relasi ini sebagai superhero-bro yang asik untuk ditelaah.

Meskipun punya perbedaan pandangan yang kuat di antara satu sama lain tak membuat keduanya kemudian memang benar-benar saling berbeda.

Aaron Pierre dan Kyle Chandler menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pemeran utama di serial ini. Keduanya menjadi saling melengkapi diantara konflik yang justru mereka buat sendiri. Salah satunya tentu dengan datang ke Rushville, sebuah tempat di mana Man Hunter kemudian menjadi fokus pencarian Hall yang diperankan Kyle Chandler.

Terlepas dari naskah yang baik, perubahan sikap dari karakter John dan Hal yang dimainkan Aaron Pierre dan Kyle Chandler juga berjalan baik.

Terpisah 10 tahun, Aaron dan Kyle mampu memainkan peran John yang lebih dewasa dan matang. Hal yang sama juga terjadi pada Kyle Chandler memerankan Hal dalam versi halogramnya.

Perubahan yang membawa mereka pada akhirnya kembali menjadi detektif. Tujuannya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Rushville dan bagaimana mereka menyikapinya untuk masa depan.

Sayangnya tak semua karakter kebagian porsi yang luas. Sinistro, atau Sheriff Kerry Kane yang datang dari Gotham pun belum diberikan tentang bagaimana pendalaman karakter mereka.

Padahal kualitas aktor Ulrich Thomsen yang memerankan Sinistro dan Kelly Macdonald yang memerankan Sheriff Kerry Kane juga bagus dan berkualitas.

Baca juga: 10 TV Series Superhero Ini Punya Cerita Unik di Tahun 2026

Baca juga: Ulasan “Wonder Man”: Series Marvel yang Mementingkan Kualitas

Visual Tone yang Gelap dan Tetap Berkualitas

Ketika James Gunn menjadi bos DC Studios dan kemudian merilis beberapa film seperti Superman atau Supergirl, sebenarnya sudah mulai terlihat kualitas visual warna-warni yang khas di era baru DC ini.

Tapi, ketika melihat series Lanterns semuanya menjadi berubah total. Tone yang digunakan untuk series ini di setiap episodenya terlihat tak cerah, cenderung gelap khas penyelidikan atau misteri yang suram.

Di satu sisi ini terlihat berbeda dengan filmnya. Namun, di sisi lain semakin menegaskan jika cerita yang dibawa memang disesuaikan dengan karakternya. Film Batman dan Batman Part II pun cenderung memiliki tone yang gelap.

Begitu juga series Penguin yang tone warnanya gelap. Ini semakin memperjelas bagaimana karakter-karakter DC mulai dimunculkan satu per satu dan disesuaikan dengan ceritanya. Termasuk di series Lanterns ini dengan visual gelap dan suramnya sebuah penyelidikan atas sebuah misteri.

Balutan Komedi Satir yang Menohok

Satu lagi yang terasa konsisten adalah bagaimana komedi satir yang kerap dilepaskan oleh dua pemeran utamanya Aaron Pierre dan Kyle Chandler juga berjalan baik di sepanjang episode.

Aaron memerankan John yang kikuk bernasil memainkan komedi dari ekspresi wajahnya. Sementara itu Kyle yang memerankan Hal memainkan komedi melalui celetukan satirnya yang menohok.

Keduanya mampu saling menimpali dan memberikan argumen mereka dengan baik. Uniknya dialog anatara keduanya kerap berlangsung cepat dan sangat berbeda dengan dialog-dialog antara Hal atau John dengan karakter lain yang lambat.

Inilah bagian komedi yang mungkin bagi sebagian orang tidak lucu, tapi saya mampu menangkap semua itu dalam kegetiran karakter Hal dan John.