Belajar Membangun Brand Building Melalui Strategi SEO dan “Entitas”

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya 16 Mei 2012, Google mengumumkan bahwa cara mesin pencari bekerja akan berubah. Dalam sebuah posting blog, Google mengenalkan Knowledge Graph, dan menyebutnya sebagai pergeseran dari “strings to things.” Apa hubungannya dengan strategi SEO untuk membangun entitas sebagai bagian dari brand building?

Dari hanya mencocokkan rangkaian huruf menjadi memahami sebuah benda, orang, tempat, dan konsep yang sesungguhnya di dunia nyata. Inilah yang perlu disiapkan dari sekarang sebagai strategi SEO untuk brand building sebuah entitas.

Secara fundamental SEO masih tentang keyword ditambah dengan technical lainnya seperti struktur heading, UX, hingga backlink. Kehadiran Knowledge Graph menjadi tambahan yang kuat jika ingin membangun sebuah identitas digital secara lengkap di internet.

Google Knowledge Graph tidak datang dengan sendirinya. Ini jelas dibangun dari bertahun-tahun lalu. Dan fondasi awalnya tetap saja adalah bagaimana cara mesin pencari bekerja di masa lalu dan jawabannya adalah SEO. Kini, Knowledge Graph sudah berhasil menyimpan lebih dari 500 miliar fakta tentang 8 miliar entitas.

Ragamnya pun bermacam-macam. Mulai dari film, lagu, naskah ilmiah hingga berbagai produk dan brand. Di mulai dari orang dan tempat hingga produk, film, lagu, konsep ilmiah, dan brand. Di dunia digital yang sekarang dan sangat lekat dengan AI mau tidak mau Google pun memilih melatih Gemini AI.

Dan tentu saja menggunakan data dari knowledge Graph. Ingat! Saya tekankan lagi, “Google pun memilih melatih Gemini AI.”

Namanya juga latihan, prosesnya pun akan membutuhkan waktu. Dan yang perlu kita semua ingat adalah konteksnya adalah AI. Jelasnya lagi, Knowledge Graph dan AI pun masih butuh satu fondasi yang kuat, yaitu SEO.

Artinya, ada tambahan penting jika ingin mengembangkan strategi SEO agar bisa dikutip AI. Representasi sebuah profil atau brand di Knowledge Graph kini menjadi salah satu syarat kelayakan agar untuk dikutip AI.

Jika pada akhirnya, sebuah brand tidak dikenali sebagai entitas oleh sistem AI, konten pun akan menjadi kesulitan muncul di fitur pencarian dengan visibilitas tinggi.

Saya akan mencoba melihatnya dari sisi pengalaman yang saya gunakan. Kenapa kemudian Entitas dan SEO bisa berjalan bersamaan dalam sebuah strategi. Tidak hanya untuk tahun ini. Namun di tahun-tahun yang akan datang ketika pencarian melalui mesin pencari semakin dinamis dan berubah dengan cepat.

Keyword dan Entitas dalam SEO adalah Hal Fundamental

Dalam pergulatan SEO modern yang semakin dinamis, entitas adalah konsep yang luas namun bisa didefinisikan secara spesifik. Entity-based SEO tak lagi berfokus pada bagaimana cara mesin pencari mengidentifikasi dan mengklasifikasikan konten yang dibuat untuk sebuah brand.

Cara kerjanya tak lagi menganggp website Anda sebagai kumpulan halaman yang dioptimalkan dengan menggunakan keyword. Namun, entity SEO membuat sebuah skema bagaimana posisi brand sebagai konsep yang terdefinisi dengan relasi yang jelas terhadap entitas-entitas lain yang sudah diakui.

Entitas ini terdiri dari nama pendiri perusahaan, pakar, penulis. Jika dilihat dari ruang lingkup organisasi maka bisa dilihat dari brand, komunitas, bagaimana perusahaan.

Sementara itu, jika ingin dilihat dari produk baik itu barang dan jasa akan dilihat berdasarkan entitas yang sudah disusun. Mulai dari produk fisik, software, keahliah jasa hinggakategori layanan.

Activity dan Event bisa dilihat dari Konferensi, peluncuran produk, hingga perjalanan perusahaan.

Setiap entitas ini akan dinilai dari karakteristik dengan deskripsi yang jelas dan relasinya dengan entitas lainnya. Dari sinilah, Google membangun Knowledge Graph tersebut melalui jaringan yang saling terhubung satu sama lain.

Pergeseran Berkelanjutan dari Keyword ke Entitas

Kenapa saya tetap kekeuh, keyword tetap jadi penting? Karena ini adalah fondasi awalnya. Dan ini yang kemudian bergeser tanpa harus melupakan SEO itu sendiri.

Saya mencoba mengilustrasikan ketika saya mengetik Apple di Google. Apakah mesin ini bisa menjawab pertanyaan saya secara utuh? Apakah saya bertanya tentang buah apel? Mencari tahun tentang perusahaan teknologi Apple?

Tanpa belajar pemahaman kontekstual, algoritma yang sudah dirancang oleh Google dan keyword yang selama ini digunakan pegiat SEO ternyata tidak bisa membedakannya secara menyeluruh. Bahkan, ketika search intent pun diberlakukan, hal ini tetap saja belum mampu membuat Google merasa bisa memahami konteksnya secara keseluruhan.

Sekelas mesin yang dibangun Google bertahun-tahun ternyata belum mampu menelusuri ini secara menyeluruh. Apakah dengan Knowledge Graph semuanya bisa teratasi? Jawabannya bisa, namun butuh waktu. Ingat, SEO masih jadi fondasi dan Google pun membutuhkan data sebanyak mungkin.

Entity SEO mencoba untuk menjadi pilihan solusi. Tidak lagi hanya mengandalkan string teks, Google kini mencoba mengenali entitas secara detil. Google belajar tak lagi dari kata atau keyword. Namun, mengenali entitas yang dimaksud oleh audiens dan kemudian menampilkan informasi yang relevan apa yang sedang ditanyakan.

Dan bukan hanya berdasarkan kata apa yang diketik di mesin pencari.

Belajar Bagaimana Knowledge Graph Mendapatkan Data?

Sebelum masuk ke dalam strategi SEO untuk membangun brand building sebuah entitas, mari kita ketahui apa Knowledge Graph yang sedang dibangun dan dipelajari oleh Gemini.

Sumber kuantitatif yang paling utama adalah Wikidata, basis pengetahuan terbuka dari Wikimedia Foundation. Wikidata memberikan lebih dari 100 juta entri entitas terstruktur dengan Q-ID, yang digunakan Google sebagai pengidentifikasi entitas primer.

Beberapa sumber lainnya yang sering menjadi indetifikasi entitas adalah Wikipedia, CIA World Factbook, MusicBrainz, IMDb, Crunchbase, serta ribuan artikel konten berbasis web lainnya yang sudah ada selama ini.

Di sisi web, schema markup dari Schema.org, halaman utama brand resmi, dan pola co-occurrence di portal perdagangan yang otoritatif juga menjadi input.

Belajar dari Riset Ahrefs

Sepanjang 2025 hingga 2026, Ahrefs melakukan analisis terhadap 75.000 brand untuk menentukan faktor apa yang sesungguhnya memicu kutipan AI.

Menurut klaim Ahrefs, terdapat beberapa sinyal yang berkorelasi paling kuat dengan visibilitas AI Overview. Mulai dari branded web mentions dengan skor 0,664, branded anchor texts 0,527, dan branded search volume 0,392.

Bahkan uniknya, domain rating berada di angka 0,326, dan jumlah backlink menempati posisi terakhir di 0,218. Namun, tentunya hal ini masih akan jadi diskusi menarik, karena penelitian Ahrefs masih bisa akan diperdebatkan.

Mengingat faktanya, beberapa website baru yang berumur 2-3 tahun, branded search volume dan rating domain masih akan jadi poin penting yang perlu didiskusikan lebih dalam.

Hal lain yang juga mengejutkan adalah ketika asumsi bahwa backlink adalah sinyal otoritas yang kuat, kini ternyata bukan lagi hal yang utama. Meskipun begitu, backlink yang bagus dan punya otoritas bagus tentunya masih dibutuhkan. Ingat! SEO tidak bisa bekerja sendirian, dan yang kita bahas di sini adalah tentang entitas.

Bukan rangking, bukan lagi hanya sekedar kutipan dari AI, namun entitas yang dikutip oleh AI.

Baca juga: Strategi SEO Saat Search Intent Lebih Penting dari Keyword

Baca juga: Apakah Backlink Masih Penting Sebagai Strategi SEO di 2026?

Pilihan Cara Membangun Brand Building untuk Entity SEO

strategi-seo-brand-building

Sinyal on-site seperti schema dan website utama memang adalah fondasi yang juga berakar dari SEO konvensional. Namun, data dari hasil riset Ahrefs tentunya tidak boleh dikesampingkan.

Riset Ahrefs yang menyebut sinyal off-site punya korelasi kuat dengan visibilitas AI adalah bagian yang tidak bisa dilewati sebagai bagian strategi SEO dan kolaborasinya dengan divisi lainnya.

Diluar ekseskusi dan technical SEO, tidak ada salahnya untuk mencoba beberapa cara berikut ini sebagai bagian dari strategi SEO untuk membangun brand building sebuah entitas untuk dikutip dari AI.

1. Manfaatkan Digital PR sebagai Mesin Membangun Entity

Strategi SEO tidak akan jauh berbeda. Saya pernah bekerjasama dengan PR di kantor untuk kemudian berpesan untuk menitipkan backlink di masa lalu.

Di masa kini, hal ini tentunya tidak akan relevan. Namun, brand mention adalah hal yang lebih kuat. Secara lebih luas lagi, sebuah brand membutuhkan segala macam infrastruktur dari bagaimana cara PR bekerja.

Relasi dengan media yang dibangun melalui hubungan editor, pemimpin redaksi, rekam jejak liputan yang kredibel dan update informasi yang tidak hanya copy paste dari pers rilis adalah hal yang kuat dan sangat dipertimbangkan untuk membangun entitas.

Brand mention dari pihak ketiga bukan sekadar nama brand, namun lebih kontekstual. Selain nama brand, sebutan untuk kateogri produk, problem yang diselesaikan dengan solusi dan industri yang dikerjakan.

2. Mencoba YouTube Sebagai Sumber Sinyal Entity

Ini adalah sumber yang sebenarnya juga perlu diperdebatkan. Ketika video dianggap lagi tidak penting, namun Ahrefs punya pembuktian melalui riset mereka.

Korelasi mention dari YouTube ternyata ikut menunjang visibilitas AI. Transkrip dari suara yang dilontarkan di dalam video YouTube dianggap memberikan asukan pada pelatihan model AI dari Google dan OpenAI.

Tapi, bukan berarti YouTube jadi satu-satunya, mengingat tren video berbentuk podcast sedang ramai, termasuk di Indonesia. YouTube adalah bagian dari ekosistem entity building yang bisa diandalkan.

Apakah, nama brand disebut secara jelas di dalam video. Apa produk dari brand tersebut, apa kualitas yang diberikan oleh produk tersebut dan bagaimana solusi yang diberikan bisa meningkatkan entitas untuk visibilitas atua dikutip oleh AI.

3. Konsistensi NAP dari Local SEO dan di Seluruh Ekosistem Digital

Name, Address, Phone atau dikenal dengan NAP adalah konsep penting dan sangat sering digunakan di Local SEO. Biasanya, ini akan muncul di profil Google Bussiness.

Tapi, siapa sangka NAP bisa jadi pemicu sebuah entity dalam ekosistem digital saat ini. NAP ini biasanya akan muncul sebagai sebuah informasi awal di berbagai platform.

Selain Google, ada Instagram, LinkedIn, hingga TikTok. Jika punya produk B2C, coba cek lagi apakah informasi di media sosial tadi sudah seragam dengan berbagai toko online yang sudah tersedia di Indonesia.

Jika berbeda, hal ini akan membuat Google binggung untuk belajar tentang sebuah brand dan menurunkan keyakinan versi digital dalam Knowledge Graph.

4. Kuatnya Forum dan Komunitas

Di masa kini, Reddit dan Quora, adalah forum industri spesifik adalah tempat di mana AI generatif secara aktif mengambil sinyal “suara komunitas.”

Ketika anggota komunitas yang tidak terafiliasi dengan brand dan bukan akun robot secara positif menyebt brand dan menyebutkan solusi yang tepat, itu adalah sinyal kepercayaan yang jujur dan dinilai secara positif di ranah digital.

Coba lihat juga forum komunitas Samsung Mobile atau Poco. Lihat bagaimana komunitasnya terus berkembang dan update. Dibangun sendiri oleh brand dan sub-brand masing-masing perusahaan. Strategi SEO brand building ini bisa bersinggungan langsung dengan on page SEO.

Cara ini juga dapat membantu mendapatkan nilai yang meyakinkan di mata AI untuk membangun sebuah entitas.

5. Kehadiran di Review Platform yang Dipercaya AI

Ulasan adalah hal yang penting dan tidak boleh diabaikan oleh pemilik brand. Google review, atau Trustpilot adalah beberapa forum review yang juga disaring oleh AI.

Review atau ulasan yang mampu memberikan deskripsi penggunaan spesifik hingga social prof bagi calon pelanggan bisa memberikan kontribusi sinyal entitas yang lebih kaya dan akan dinilai oleh sistem AI.

Entity SEO untuk Berbagai Jenis Bisnis

Lalu, bagiamana strategi SEO sebagai sebuah brand building untuk membangun entitas?

UMKM dan Bisnis Lokal

Untuk bisnis lokal, entity SEO akan langsung bersingungan dengan local SEO. Mulai dari Google Business Profile yang lengkap dan diperbarui secara rutin, konsistensi NAP di semua direktori, termasuk media sosial.

SaaS dan Tech Company

Entity SEO untuk SaaS memerlukan perhatian khusus pada entitas produk. Brand terhubung langsung dengan setiap produk atau fitur utama dari produk itu sendiri. Tujuannya, agar muncul sebagai entitas tersendiri dengan schema Software Application atau Product yang detail.

Untuk Content Creator

Apakah blog biasa atau seorang creator juga bisa melakukan ini? Tentu saja bisa. Fokus entity SEO bagi creator datang dari Author Entity, bukan Organization entity.

Prioritaskan person schema di setiap artikel yang ditulis. Rapikan profil LinkedIn yang lengkap dan diperbarui.