Ulasan Film Mayday: Cerita Perang Dingin yang Menghibur Karena Ryan Reynolds

Film baru lagi dari Apple TV + dan di akhir pekan saya menyelesaikan film berjudul Mayday yang diperankan Ryan Reynolds sebagai pemeran utama. Sebelum masuk ke review film Mayday, saya membaca cuplikan wawancara Entertainment weekly dengan sutradara sekaligus penulis naskah Jhon Francis Daley dan Jonathan Goldstein menyebutkan film ini terinspirasi novel horor, Misery.

Kurang lebihnya, premis di dalam novelnya adalah ketika seseorang yang terdampar dan diselamatkan oleh orang asing yang terobsesi padanya. Cerita ini kemudian diubah menjadi lebih komedi.

Dan bukan Ryan Reynolds namanya yang bisa mengubah sebuah film menjadi bahan lelucon yang menggelikan untuk ditonton.

Satu tambahan lagi, film Mayday, cocok buat warga yang suka dengan film komedi dengan sentuhan action dan petualangan yang seru dan benar-benar menghibur.

Sinopsis Film Mayday

Troy Kelly (Ryan Reynolds) adalah salah satu pilot terbaik yang dimiliki Amerika jelang akhir tahun ’80-an. Ia selalu punya cara untuk bisa menyelesaikan hal-hal yang selama ini dikira tidak masuk akal sekalipun.

Sebuah kepiawaiannya dalam mengendalikan jet pada akhirnya membuatnya dibebaskan tugas untuk sementara. Troy ditarik oleh CIA untuk menjalankan sebuah misi tidak resmi, yaitu menyebrang ke Uni Soviet dan melakukan pengintaian.

Sayang, misi ini gagal dan Troy kemudian menemukan sebuah fakta ia berada di rumah Nikolai Ustinov (Kenneth Branagh)

Satu hal yang membuat Troy terkejut adalah ternyata Nikolai juga punya skill sendiri yang membuatnya menjadi binggung dan ingin segera keluar dari Uni Soviet sesegera mungkin.

Bisakah Troy Kelly melakukannya sendirian?

Review Film Mayday: Ketika Perang Dingin Menjadi Sebuah Komedi

Jatuhnya pesawat yang menugaskan Troy Kelly dan membuatnya terdampar di rumah Nikolai adalah sebuah awal di mana situasi perang dingin menjadi hangat dengan komedi-komedi yang sebenarnya terlalu umum.

Namun, karena konsep comedy buddy yang menampilkan Troy dan Nikolai membuat situasi perang dingin menjadi sangat hangat dengan tingkah laku kedua karakter ini.

Jhon Francis Daley dan Jonathan Goldstein rasanya tidak salah menempatkan dua aktor ini karena mampu memainkan peran mereka di setiap cerita yang dimunculkan.

Ditambah lagi, selalu ada saja konflik sebab-akibat yang lagi-lagi dengan baik dimainkan oleh Troy dan Nikolai. Misalnya saja, ketika Troy ternyata tetap ingin kabur dari rumah Nikolai meskipun ia tahu, Nikolai adalah penggemar Amerika.

Masih berlanjut ketika cerita berpindah saat Troy mencoba kabur dan gagal, hingga pada akhirnya, Nikolai berencana untuk membantu Troy agar bisa pulang ke Amerika.

Adegan di kereta api, lari dari kejaran KGB, hingga pada akhirnya melewati parade militer di Rusia menjadi hal-hal yang membuat cerita di film ini mampu terjaga konsistensi utamanya. Yaitu, membantu Troy kembali ke Amerika.

Dari sinilah berbagai proses komedi itu terjadi. Bahkan sejak awal dimulainya film ini. Hubungan Troy Kelly dan ayahnya sudah memancing gelak tawa penonton. Perkaranya adalah celetukan Ryan Reynolds yang memang dikenal tak ada habisnya untuk diungkapkan.

Hal yang sama juga beralih ketika ia sudah bertemu dan semakin akrab dengan Nikolai. Semuanya seperti sudah diatur, dan bisa dibilang, chemistry antara Ryan Reynolds dan Kenneth sangat menyatu di film ini.

Meskipun begitu, film ini punya catatan buat saya. Premisnya yang terlalu sederhana membuat ceritanya seperti mudah ditebak. Apalagi, tak terlalu banyak konflik besar dan sub-lot yang dimunculkan. Namun, tetap saja, film Mayday punya daya tarik yang benar-benar menghibur.

Pengaruh Koreo Action dan Praktikal

Di awal film saya terpukau dengan tampilan action yang diperagakan oleh Troy dan Nikolai. Ketika keduanya baru berkenalan dan khususnya Troy yang masih belum percaya dengan Nikolai terlibat sebuah pertarungan tangan kosong yang menarik.

Saya melihat adegan action yang dirancang seperti punya koreo sendiri. Meskipun saya juga yakin teknik pengambilan gambar melalui kamera dan proses editing juga pasti menjadi salah dua kunci dari keberhasilan bagian ini. Setidaknya ada 1 atau 2 menit, adegan ini ditampilkan di awal-awal film.

Tak hanya itu, ternyata saya juga mendapatkan informasi duet sutradara di film ini mengeliminir penggunaan CGI dan efek praktikal yang nyata. Salah satunya adalah ketika adegan di mana Troy dan Nikolai berusaha melarikan diri dengan menggunakan truk peluncur rudal nuklir balistik.

Penasaran dengan adegannya? Saya menyarankan Anda untuk menonton film ini supaya bisa melihat sendiri scene tersebut.

Gaya Komedi Ryan Reynolds dan Kennet Branagh

ulasan-film-mayday-ryan-reynolds

Komedi celetukan khas Ryan Reynolds selalu muncul di film mana pun. Hal ini tidak perlu diragukan lagi. Ejekan dan komentar konyol dengan ekspreksi datar adalah sajian utama Ryan Reynolds. Plus, ekspresi berupa tatapan bingung langsung ke arah karakter lain ditambah dengan gerik panik yang kontras dengan celetukan santainya pun juga masih muncul di film ini.

Sementara itu, gaya komedi Kenneth Branagh adalah sosok kaku, dan logis. Nah, bagian komedinya muncul ketika reaksinya yang dingin, terhadap kelakuan konyol Ryan Reynolds.

Ketika ini disatukan akan terlihat seperti pasangan aneh. Bukan hal yang baru menempatkan dua karakter dengan kepribadian yang berbeda untuk menciptakan kekacauan, dan kelucuan dari interaksi-interaksi mereka.

Inilah kekuatan comedy budy yang muncul di film ini. Meskipun ceritanya standar, namun benar-benar sangat menghibur saya saat menonton film Mayday!

Baca juga: Ulasan Serial Lucky: Adu Cerdik Bandit, Penipu dan Penegak Hukum

Baca juga: Ulasan Film “Outcome:” Komedi Satir dengan Tawa Ringan dan Cameo Berlimpah

Kenneth Branagh Tak Terasa Seperti dari Uni Soviet

Satu catatan terakhir yang saya dapatkan, adalah peran Nikolai yang dimainkan oleh Kennet Branagh sepertinya memang tidak terlalu mendukung sebagai seorang warga Uni Soviet.

Meskipun latar belakang karakter adalah mantan agen KGB yang pintar berbahasa Inggris, namun saya tidak menemukan aksen Soviet yang terasa pada karakter ini.

Di sisi lain, jika dilihat dari karakternya sebagai mantan agen KGB yang dingin, Kenneth justru sukses memainkan peran ini. Bagi yang belum nonton film bagus, saya merekomendasikan Mayday sebagai salah satu tontonan wajib.