Ulasan Serial The Gentlemen Season 2: Arogansi Bisnis yang Membawa Konsekuensi

Salah satu serial TV favorit saya, yang berjudulThe Gentlemen season 2. akhirnya tayang juga di Netflix. Sebelum masuk review series The Gentlemen season 2, saya menyarankan yang belum sempat season 1, wajib nonton terlebih dahulu untuk mengikuti ceritanya.

Apa yang membuat serial The Gentlemen season 2 terasa spesial dan saya tunggu? Bagi penggemar serial dengan genre crime-misteri dengan plot twist yang tidak terduga, maka menonton The Gentleman adalah pilihan yang tepat dan terbaik.

Seperti apa jalan cerita serial The Gentlemen, khususnya Season 2?

Sinopsis The Gentlemen Season 2

Setelah Eddie Horniman (Theo James) secara mengejutkan memilih bekerjasama dengan Susie Glass(Kaya Scodelario) untuk bebisnis dibawah kepemimpinan bos kriminal Bobby Glass (Ray Winstone) berbagai hal baru pun muncul.

Berbagai cara dilakukan Eddie untuk memperluas jaringan bisnisnya, termasuk merambah ke Italia. Memulai sebuah hal yang terlalu berisiko dan penuh konsekuensinya.

Menghubungkannya dengan orangorang dari Arab, Irlandia, Peru, hingga saudara lamanya, Freddy yang membuat masalah di The Gentlemen season 1.

Dari semua ini berbagai kekacauan demi kekacauan muncul. Alasannya cuma satu, konsekuensi yang dipilih oleh Eddy itu sendiri.

Bisakah Eddie keluar dari pilihan-pilihan yang sudah dibuat dan konsekuensi yang diterimanya?

Review Series The Gentlemen Season 2

Tak ada yang perlu diragukan lagi dari bagaimana Guy Ritchie ketika membuat sebuah cerita. Episode pertama dari cerita The Gentlemen season 2 langsung terhubung dengan bagian akhir The Gentlemen di season 1.

Eddie yang akhirnya secara kontroversial memilih jalurnya sendiri untuk menyelamatkan keluarga terhormatnya dari kekacauan sang kakak pada akhirnya menemukan jalan. Episode 1 menggambarkan hal itu.

Menunjukkan bagaimana relasi bisnis Eddie dengan Susan dan ayahnya Bobby melibatkan banyak orang. Sehingga pada akhirnya mengerucut pada satu orang Italia. Awalnya yang justru menjadi relasi bisnis yang diinginkan oleh Bobby sebagai bisnis masa depan, namun menjadi sebuah masalah.

Berbagai lika-liku dan negoisasi pun digambarkan dan terjadi di setiap episodenya. Namun, tetap saling terhubung satu sama lain dengan rapi dan terstruktur dengan baik.

Semua cerita ini tidak mengaburkan tentang bagaimana Eddie dan Susan merancang rencana bisnisnya. Bahkan sampai ketika Eddie harus bentrok dengan Bobby dan menempatkan Marco, mafia dari Italia di tengah pusaran konflik.

Hal ini masih ditambah dengan dialog-dialog tajam yang terus terang hampir selalu muncul di setiap episode. Dialog-dialog melekat dari semua karakter dan berhasil dihidupkan berdasarkan akting masing-masing.

Tentu saja tak luput, dialog-dialog bernuansa komedi satir yang membuat saya tertawa melihat bagaimana para pemeran di serial ini begitu menikmati apa yang mereka mainkan tanpa harus merasa tersakiti dengan lelucon itu sendiri.

Konflik yang ditampilkan juga disusun dengan rapi di setiap cerita dan setiap episode. Menjadikan The Gentlemen punya sekumpulan cerita yang jelas, apa sumber masalahanya, sampai pada akhirnya sebuah plot twist yang mengejutkan di bagian akhir akan tetap membawa penonton pulang kembali pada satu karakter ikonik di sepanjang ceritanya.

Catatan Kecil Untuk The Genteman Season 2

Sayangnya, saya punya beberapa catatan penting untuk serial The Gentlemen dari episode 1 hingga 8. Pace yang cepat terkadang justru akan membinggunkan ketika terlalu banyak sub-plot yang muncul.

Bahkan, muncul inkonsistensi di episode pertengahan ketika alur cerita The Gentlemen sedikit melambat dan justru membuat penonton seperti saya akan merasa bosan untuk menontonnya.

Setidaknya ini terlihat di episode 2 hingga episode 8. Awal yang mungkin saya perkirakan ingin menampilkan chaos dalam ceritanya, ternyata tidak berjalan dengan yang disesuaikan.

Terutama bagi yang memang ingin memulai menonton serial The Gentlemen.

Karakter yang Juga Lebih Tajam

review-serial-the-gentlemen-season-2

Di season pertama, penonton diperlihatkan dengan karakter Eddie yang polos. Namun punya rencana-rencana yang di luar dugaan untuk menentukan dan mengambil sikap apa yang perlu ia lakukan setelah mengetahui kakaknya yang terlalu ceroboh dalam bersikap.

Di season 2 karakter Eddie kini menjadi lebih luas dan lebih liar lagi. Nafsu besar dan kekuasaan yang tersimpan di kepalanya membuatnya menjadi sosok yang mengerikan dan seperti punya monster di dalam kepalanya.

Eddie bukan lagi seorang anak baru yang selalu kebingungan. Namun, menjadi bos kriminal yang siap bertaruh mempertimbangkan segala hal, termasuk memikirkan konsekuensi apa yang harus ia pilih. Namun, ia tak paham, ketika konsekuensinya itu berbuah maut.

Terutama, ketiksa sang istri, Bella tewas sehari setelah pernikahannya. Termasuk ancaman terhadap keluarganya di rumah megah yang dimilikinya, sebelum pada akhirnya mampu dicegah oleh Geoff Seacombe (Vinnie Jones)

Ya! Inilah karakter yang juga sangat menarik buat saya selain perubahan besar Eddie.

Geoff seperti Alfred Pennyworth bagi seorang Bruce Wayne dalam cerita. Meskipun bukan pemeran utama, namun kehadiran Geoff adalah sebuah kekuatan tersendiri bagi Eddie dalam menjalankan rencana-rencananya.

Karakter dingin dan kaku Geoff yang ada di season 1 berubah menjadi lebih bijak, penuh senyum dan tentu saja menghadirkan satu twist yang selama ini tidak terduga.

Satu scene ketika ia harus melindungi Nanny pada peristiwa di mana kediaman Eddie diincar oleh sekelompok bandit adalah jawaban yang akan diterima penonton nantinya.

Baca juga: Ulasan Serial Lucky: Adu Cerdik Bandit, Penipu dan Penegak Hukum

Baca juga: Ulasan TV Series His & Hers: Masa Lalu Kelam Berujung Kematian

Freddy Masih Jadi Sumber Masalah

Freddy adalah karakter yang menjengkelkan sejak dikenalkan di season 1. Di season 2, karakter ini kembali muncul dan kembali menjadi salah satu masalah bagi Eddie. Sayangnya, penonton dibiarkan masuk dalam permainan cerita yang dikarang oleh Guy Ritchie dengan sangat baik.

Ini sangat berkaitan dengan alur cerita di setiap episode dari The Gentlemen season 2. Penonton dibiarkan bermain-main dengan bagaimana alur kejahatan dan bisnis yang dikelola Eddie bersama rekan-rekannya.

Semua orang akan mengira bagaimana Susan, Bobby, higga Marco adalah musuh yang harus dihabisi oleh Eddie. Sayangnya, ini tidak terjadi.

Sebuah kejutan yang lebih tajam. Plot Twist yang brutal pada akhirnya akan mengarah kepada satu karakter. Karakter yang mengesalkan dan membuat masalah itu.

Pertanyaanya, siapkan Eddie membuat konsekuensi baru dengan semuanya ini? Tidak ada spoiler di sini. Yang pasti penggemar serial dengan genre crime-misteri wajib menonton The Gentlemen season 2.